Fakta Geologi Struktur Curup Gangsa

Fakta Geologi Struktur Curup Gangsa

Pembuka

Provinsi Lampung merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera, memiliki keanekaragaman budaya dan juga memiliki potensi wisata alam yang menarik tuk dikunjungi. Salah satunya di Kabupaten Way Kanan yang dijuluki sebagai Kabupaten 1001 Curup (air terjun). Memiliki struktur lipatan yang rumit oleh karenanya terbentuklah banyak air terjun di Kabupaten ini diantaranya. Curup Putri Malu di Kecamatan Banjit, Curup Cangkah Kidau di Kecamatan Kasui, Curup Kereta di Rembang Jaya, Curup Gangsa di Kecamatan Kasui dan curup lainnya.

Inti

Curup Gangsa terletak di Dusun Tanjung Raya, Kampung Kotaway, Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Aksesbilitas menuju Curup ini adalah perjalanan panjang untuk dapat menemukan “surga tersembunyi” pada daerah pedalaman di Provinsi Lampung. Dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan dari Bandar Lampung menuju Ibu Kota Way Kanan yaitu Blambangan Umpu. Dari Blambangan Umpu melanjutkan perjalanan kembali menuju kampung Kota Way di Kecamatan Kasui yang memakan waktu 1 jam perjalanan tuk sampai di Objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Kampung Kota Way berjarak 10 Km dari Kecamatan Kasui. Untuk kondisi jalan tak sepenuhnya mulus akses jalan menuju kesana, diperlukan waktu 40 menit perjalanan dari Kecamatan Kasui, hal ini dikarenakan infrastruktur jalan yang rusak dari perbatasan Kampung Jaya Tinggi dan Kampung Bukit Batu. Namun untuk jalan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus serta tidak banyak tikungan.

Nama Curup Gangsa diambil dari kata “Gangsa” berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami. Sumber Air Terjun bersumber dari patahan sungai way tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalu beberapa kampung di Kecamatan Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya. air terjun yang berpadu dengan asrinya hutan di lereng pegunungan. Untuk menikmati deburan sungai dan derasnya debit air sungai curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah kurang lebih 67 anak tungga. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan.

Untuk litologi Curup Gangsa, berdasarkan data tentang endapan mineral di Kabupaten Way Kanan belum banyak ditemukan sehingga besarnya endapan bahan tambang belum banyak diketahui secara pasti. Dari riset pustaka dan peta geologi dapat diinventarisir bahwa bahan tambang yang ada di Kabupaten Way Kanan khususnya Kecamatan Kasui diantaranya Bahan galian Andesit; akan tetapi, curup gangsa mulai terancam keindahannya oleh penambang liar yang memanfaatkan potensi galian tambang batu tipe C (galian C) yang berada pada sisi atas curup gangsa tersebut. Adanya aktivitas penambangan tradisional galian C berupa batu belah hitam dikhawatirkan dapat merusak keindahan alam pada curup gangsa tersebut.

Selain pesona alam serta keadaan geologinya yang cukup menarik ada juga keanekaragaman suku dan budaya pada penduduk area curup gangsa yaitu mayoritas masyarakat yang bersuku semendo. Disepanjang perjalanan menuju curup gangsa akan menjumpai warga asli sana yang bersuku semendo dan keunikan rumah panggung kas suku semendo. Keramah-tamahan warga sana akan menyambut kedatangan wisatawan yang akan mengunjungi wisata air terjun curup gangsa. Untuk harga tiket wisata di bandroll dengan harga Rp.5000,- per orang dan parkir kendaraan berupa mobil dipatok dengan harga Rp.10.000, sedangkan kendaraan sepeda motor dengan harga Rp.5000,-.

REFERENSI

Dian Apita Sari. 2016. Pesona Curup Gangsa, Air Terjun di Kabupaten Way Kanan. http://malahayati.ac.id/?p=17539. Universitas Malahayati: Bandar Lampung. Diakses pada 02 November 2019.

Hermansyah. 2016. Tambang Galian C Ancam Keindahan Curup Gangsa. http://www.rmollampung.com/read/2019/08/07/10498/Tambang-Galian-C-Ancam-Keindahan-Curup-Gangsa- RMOLLampung: Kasui. Diakses pada 02 November 2019.

Sippa Cipta Karya. 2015-2019. RPI-2JM Kabupaten Way Kanan (e-book). http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_b7d55ba28a_BAB%20IV4%20Profil%20Kabupaten.pdf Kabupaten Way Kanan Lampung: Way Kanan. Diakses pada 02 November 2019.

Leave a Reply