WE CAN DO MORE

Learn more, Do More, Get More

Archive Desember 2019

Dampak Spasial Perkembangan Pabrik Rokok Terhadap Lahan Pertanian Di Kabupaten Kudus

Dampak Spasial Perkembangan Pabrik Rokok Terhadap Lahan Pertanian Di Kabupaten Kudus
Kontribusi sektor industri terhadap pendapatan nasional menggambarkan sejauh mana tinggkat industrialisasi telah dicapai oleh suatu negara. Bagi negara-negara yang sedang berkembang peranan sektor pertanian masih dianggap lebih unggul dan mendominasi seluruh kegiatan sektor ekonomi lainnya. Peranan sektor industri belum mampu mengungguli sektor pertanian yang hampir memberikan sumbangan lebih dari separuh terhadap pendapatan nasional bruto. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui pola sebaran spasial pabrik rokok, proses spasial pabrik rokok dan dampak spasial perkembangan pabrik rokok…

LATAR BELAKANG

Fenomena alih guna lahan pertanian ke lahan industri secara teoritis dapat dijelaskan dalam konteks ekonomika lahan yang menempatkan sumber daya lahan sebagai faktor produksi. Karena karakteristiknya, maka secara alamiah akan terjadi persaingan dalam penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian dan aktivitas industri.

Gejala alih guna lahan dari penggunaan persawahan menjadi non persawahan semakin meningkat, khususnya bagi suatu kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Gejala ini cenderung terjadi di desa-desa di wilayah pinggiran kota dimana lahan persawahan masih tersedia cukup luas (Bachriadi,1997: 2).

Kegiatan pembangunan industri adalah salah satu kegiatan sektor ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kontribusi sektor industri terhadap pendapatan nasional menggambarkan sejauh mana tinggkat industrialisasi telah dicapai oleh suatu negara. Bagi negara-negara yang sedang berkembang peranan sektor pertanian masih dianggap lebih unggul dan mendominasi seluruh kegiatan sektor ekonomi lainnya.

Peranan sektor industri belum mampu mengungguli sektor pertanian yang hampir memberikan sumbangan lebih dari separuh terhadap pendapatan nasional bruto. Karena itu pembangunan sektor industri sering mendapat prioritas utama dalam rencana pembangunan nasional bagi kebanyakan negara berkembang.

Sektor industri dianggap sebagai perintis pembangunan ekonomi karena sektor ini umumnya jauh bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor pertanian (Wie, 1994 dalam Ginting, 2007: 12). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran spasial pabrik rokok, proses spasial pabrik rokok dan dampak spasial perkembangan pabrik rokok terhadap lahan Pertanian di Kabupaten Kudus.

Dalam penelitian ini penulis mencoba mengenali kondisi lahan pertanian yang beralih guna menjadi pabrik rokok dalam menghadapi situasi kritis dengan mengetahui dampak-dampaknya terhadap lahan pertanian. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengurangi dampak-dampak dari pembangunan pabrik rokok terhadap lahan pertanian dengan memperhatikan dampak lingkungan.

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata
Tourism is a prime sector that is one of the most important factors in the region development and the community welfare improvement in a country, which has continuous expansion and diversification and become one of the largest growth sectors in the world. Increased tourism destinations make the tourism as a key factor in revenue, job creation, business and infrastructure development so that required more advanced planning. This tourism planning is not intended to damage the…

LATAR BELAKANG

Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara yang telah mengalami ekspansi dan diversifikasi  erkelanjutan serta menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar di dunia (Kementrian Pariwisata, 2015).

Indonesia adalah negara tropis dengan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. Bentuk negara kepalauan dengan keindahan alam, potensi budaya lokal dan diperkaya dengan kekayaan alam berupa keanekaragaman flora dan fauna memberikan nilai tersendiri yang sesungguhnya menawarkan peluang kegiatan pariwisata yang sangat potensial.

Selain itu, posisinya yang terletak antara dua benua dan dua samudera menjadikan Indonesia sebagai jalur perjalanan internasional yang strategis untuk pemasaran pariwisata. Indonesia mulai merencanakan pembangunan
pariwisatanya secara strategis sekitar 40 tahun yang lalu dimana pada tahap awal perkembangannya yaitu pada tahun 1970-an tersendat oleh penyesuaian nilai mata uang, hambatan kebijakan internal dan biaya yang tinggi untuk mengunjungi Indonesia.

Menurut data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan  nternational Labour Organization (2012), pada tahun 1980 Indonesia menerima 562.000 wisatawan mancanegara, pada tahun 2010 naik menjadi 7 juta wisatawan mancanegara, dan pada tahun 2019 ditargetkan adanya kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara. Selain itu, pasar pariwisata domestik juga mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga menuntut peningkatan pengembangan destinasi pariwisata.

Meningkatnya destinasi pariwisata menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur yang menuntut konsekuensi adanya perencanaan yang lebih matang (Rahayuningsih, Tri et al, 2016). Perencanaan pariwisata ini tidak dimaksudkan untuk merusak lingkungan hidup tetapi justru harus direncanakan dan dilaksanakan ke arah tata lingkungan yang
mendukung kepada pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Menurut Poulicos, Hellas, Mathematics, & Division, (n.d.), pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu pendekatan untuk menguji konsep keberlanjutan dalam berbagai sektor ekonomi. Pariwisata adalah salah satu contohnya dimana kegiatan ini sangat tergantung pada sumber daya lingkungan dan sosial budaya masyarakat daerah setempat. Pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diartikan sebagai pembangunan obyek-obyek
wisata dan daya tarik wisata yang hidup dalam masyarakat tetapi selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, 2015).

Evaluasi Sebaran Lokasi Dan Tingkat Kepuasan Konsumen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Berbasis Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Demak

Evaluasi Sebaran Lokasi Dan Tingkat Kepuasan Konsumen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Berbasis Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Demak
Perkembangan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) meningkat setiap tahun. Hal ini sejalan dengan tingkat konsumsi BBM sehingga berpengaruh terhadap apa yang diperlukan oleh konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pemikiran untuk mengatasinya. Populasi dalam penelitian ini adalah SPBU di wilayah Kabupaten Demak sebanyak 20 buah dan semua SPBU dijadikan sampel. Sampel untuk kepuasan konsumen menggunakan teknik incidental sampling. Variabel penelitian adalah (1) Variabel sebaran lokasi SPBU: jumlah, jarak terdekat, dan lokasi SPBU, jumlah…

LATAR BELAKANG

Manusia terus bergerak dari tempat asal menuju ke tempat tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang mana terdapat berbagai macam kendala, seperti keterbatasan jarak, waktu dan biaya.

Hal ini mengakibatkan munculnya sebuah keputusan yang terkait dengan pemilihan lokasi tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia yang dikenal dengan perilaku keruangan dan mendorong banyaknya bermunculan perusahaan, baik di bidang barang maupun jasa.

Salah satunya adalah penyediaan bahan bakar. Bahan bakar menjadi kebutuhan primer yang sangat diperlukan manusia dalam menunjang segala aktifitasnya seperti industri, pabrik, rumah tangga hingga bidang transportasi.

Demak sebagai kabupaten dengan sektor industri yang sedang berkembang mempunyai daya tarik bagi para tenaga kerja baik dari Kabupaten Demak sendiri maupun daerah sekitarnya yang berakibat pada peningkatan aktivitas dan kepadatan penduduk.

Peningkatan jumlah kendaraan Kabupaten Demak semakin bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 jumlah kendaraan sebanyak 76.449 buah, kemudian naik pada tahun 2015 menjadi 77.574 buah dan tahun 2016 berjumlah 83.918 buah (BPS, 2016). Peningkatan tersebut menyebabkan adanya konsumsi bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor semakin tinggi dan cenderung tidak efisien.

SPBU merupakan sarana pelayanan pengisian bahan bakar kendaraan bermotor yang disediakan untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar kendaraan bermotor masyarakat umum, dimana manajemen pemasarannya ditangani oleh pemerintah pusat melalui undang-undang dan peraturan pemerintah.

Kepuasan konsumen adalah suatu strategi dasar bisnis atau spesifikasi yang menghasilkan barang dan jasa yang membuat pelanggan secara mudah terpenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Menurut Kotler (2009:138), kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa setelah membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk terhadap harapan mereka.

Jika kinerja di bawah harapan maka konsumen tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas. Pengembangan standar pelayanan juga dilakukan dari pihak Pertamina guna memastikan konsumen mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Standar pelayanan ini seperti pelayanan staf yang terlatih dan bermotivasi, jaminan kualitas dan kuantitas, peralatan yang terawat, format fisik yang konsisten serta penawaran produk pelayanan bernilai tambah. Sesuai uraian diatas, maka peneliti ingin membuat suatu pemetaan dan analisis dengan judul “Evaluasi Sebaran Lokasi dan Tingkat Kepuasaan Konsumen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Berbasis Aplikasi Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Demak”.

Perlindungan Hiu

Indoceania

PERKEMBANGBIAKAN HIU

Hiu memiliki karakter biologis yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat. Sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih. Read More

Dampak Sosial, Budaya, Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan Insfratruktur Pemerintahan Jokowi JK

Pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan saat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dampak pembangunan tersebut memang tidak bisa serta merta langsung dirasakan masyarakat. Berikut ini dampak sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan dari pembangunan insfratruktur pemerintahan Jokowi JK. Read More

Tantangan Pembangunan Insfrastruktur di Era Pemerintahan Jokowi JK

Infrastruktur

Infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat proses pembangunan nasional dan juga memiliki peran penting sebagai penggerak pertumbuhan roda ekonomi. Apabila pergerakan ekonomi di Indonesia tumbuh menuju ke arah yang lebih baik, maka akan menjadi daya tarik bagi Investor asing untuk melakukan ekspansi di bidang ekonomi dengan cara menanamkan Investasi di Indonesia. Read More

Bentuk Pembangunan Insfrastruktur di Era Jokowi dan Jusuf Kalla

Menandai berakhirnya periode pertama kepemimpinannya, Jokowi membeberkan sejumlah pencapaian. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang ia klaim sukses dibangun di berbagai wilayah di Indonesia.Menurut Jokowi, dalam periode pertamanya menunjukkan hasil-hasil pembangunan infrastruktur. “Lima tahun pemerintahan periode ini berjalan adalah lima tahun dengan pembangunan infrastruktur di semua bidang seperti jalan, jalan tol, jembatan, pelabuan, bendungan, bandar udara, sampai pos lintas batas negara,” tulis Jokowi melalui fan page facebook-nya. Jum’at (18/10/2019).

Berikut data hasil pembangunan infrastruktur yaitu: Read More