BUKIT SUMPULA

BUKIT SUMPULA

Hai Moregen!! Apa Kabar? Udah lama ya rasanya ngga jumpa online sama Moregen Se-Indonesia. Kali ini mimin mau bahas Geologi Bukit Sumpula nih..

Bukit Sumpula terletak di Distrik Kurulu, Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Untuk Aksesbilitas menuju kesana, moregen bisa naik kendaraan sekitar 45 menit dari Bandara Wamena. Secara geografis berdekatan dengan Lembah Baliem yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.600 meter diatas permukaan laut dan dikelilingi oleh Pegunungan Jaya Wijaya.
Dibalik keindahan pemandangan pegunungan Jaya Wijaya ternyata Bukit Sumpula memiliki keunikan tersendiri loh moregen.. yaitu terdapatnya hamparan pasir putih di tengah perbukitan. Biasanya pasir putih identik dengan Pantai/Ombak. Pasir tersebut bercita rasa asin. Nahloh, kok bisa sih ditengah bukit ada pasir putih?? Hmm.. kasih tau ga ya..

Rumah Honai

Ada yang unik nih dari Papua, Moregen tau gak nama Rumah Adat yang di Papua? Yups “Rumah Honai”. Rumah Honai terletak di Kampung Obia. Honai merupakan rumah tradisional bagi masyarakat Papua. dibentuk dari dua kata. Pertama yaitu “Hun” yang berarti pria dewasa dan “Ai” yang berarti rumah.
Secara harfiah, honai berarti rumah laki-laki dewasa. Bukan saja miliki laki-laki dewasa, kaum perempuan juga mempunyai honai hanya saja dalam pengistilahannya berbeda. Untuk kaum wanita, hanoi disebut “Ebeai”.
Seperti halnya honai, Ebeai terdiri dari dua kata, yakni “Ebe” atau tubuh dalam pengertian kehadiran tubuh dan “Ai” yang berarti rumah.
Jika dilihat dari kondisi Geografi, Bentang Alam Pulau Irian Jaya didominasi oleh dataran tinggi, tentunya hal ini mempengaruhi suhu udara disana, dan yang pasti, dibangunnya rumah ini memberikan nuansa yang hangat bagi pemiliknya

Kondisi Stratigrafi

Next, kita bahas kondisi stratigrafi (struktur batuan) Bukit Sumpula ya… stratigrafi di Bukit Sumpula ini didominasi oleh Batuan Granit Berwarna Hitam Keabu-abuan. Batu Granit merupakan jenis batuan beku dalam, menurut peneliti dahulunya Sumpula ini ialah Laut Purba yang mengalami proses subduksi dan mengalami perubahan bentuk menjadi danau raksasa. Biasanya Penduduk Lokal menyebutnya Danau Wio.
Pergerakan Lempeng yang sangat dahsyat yang terjadi pada tahun 1813 menyebabkan terjadinya subduksi keatas sehingga mengakibatkan air surut lalu membentuk sungai dan Bukit Baliem dengan pasir putihnya. Konon pasir putih ini merupakan tepi dari danau raksasa tersebut.
Sumber : Riset Pustaka Geomore

2 Comments

ปั้มไลค์ Posted on7:06 pm - Juni 1, 2020

Like!! Thank you for publishing this awesome article.

آموزش برنامه ویندوز ده Posted on1:00 am - Juli 2, 2020

Hello I discovered your weblog using msn. This is an extremely smartly written article. grazie

Leave a Reply