GEMPA MAMUJU-MAJENE JUGA BAGIAN DARI FENOMENA ALAM

GEMPA MAMUJU-MAJENE JUGA BAGIAN DARI FENOMENA ALAM

Gempa Mamuju-Majene juga bagian dari fenomena alam yang kini menjadi sorotan netizen, terjadi di daratan pada jarak 29KM arah Tenggara Kota Mamuju.

Peran BMKG

Meskipun gempabumi adalah fenomena alam yang sering di alami oleh masyarakat Sulawesi dan sebagian besar wilayah Indonesia lainnya hal ini tentu menjadikan orang Indonesia perlunya siap siaga akan mitigasi gempa bumi.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika adalah lembaga resmi negara yang bertanggungjawab untuk mendeteksi adanya gerakan tanah baik di dataran maupun lautan.
Sehingga legalitas sumber informasi adalah yang paling valid dalam mendeteksi akan besar nya dampak dari gempabumi di negeri ini.

Untuk mendeteksinya, BMKG memiliki 33 stasiun geofisika dengan 285 seismometer atau alat untuk mendeteksi titik asal gempa.

Meskipun teknologi yang digunakan tertinggal 20 tahun dari yang dimiliki oleh Amerika, Perancis dan Jepang akan tetapi masih cukup membantu kita dalam memberikan informasi akan adanya potensi tsunami atau tidak. (tagar.id)

Seismometer, gempa

Seismometer, alat pendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. (Foto: Antara)

Rangkaian Gempa Mamuju-Majene

Seperti diketahui, Sabtu (16/1/2021) pagi pukul 06.32 WIB, wilayah Majene dan Mamuju Sulawesi Barat kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo M 4,8.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi ini terletak di darat pada jarak 29 kilometer arah Tenggara Kota Mamuju. Dijelaskan Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono bahwa pusat gempa ini relatif sedikit bergeser ke utara dari kluster seismisitas yang sudah terpetakan.

“Gempa ini adalah gempa ke-32 yang terjadi sejak terjadinya Gempa Pembuka dengan magnitudo 5,9 pada Kamis 14 Januari 2021 siang hari pukul 13.35 WIB,” kata Daryono kepada Kompas.com, Sabtu (16/1/2021). Akan tetapi gempa ini menjadi gempa ke-23 pasca Gempa Utama dengan magnitudo 6,2 pada Jumat 15 Januari 2021 pagi dinihari pukul 01.28 WIB.

Kamis 28/01/2021 BMKG mencatat gempa kembali terjadi pukul 02.43 Wita. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,98 lintang selatan dan 119,02 bujur timur.

Gempa bumi ini berpusat di darat pada jarak 13 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 13 km. Hasil analisis BMKG, gempa itu termasuk gempa dangkal yang diakibatkan dari aktivitas sesar lokal yang bergerak naik.

Jarak antar lokasi terkena gempa dari google map

JENIS GEMPA

Gempa yang terjadi di Majene ini termasuk kategori gempa kuat di kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan.

Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca terjadinya Gempa Utama magnitudo 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan.

Mengutip dari crew.org Gempa bumi dangkal (menyebabkan kerusakan di dekat pusat gempa, di mana getarannya paling kuat.

Guncangan yang kuat dapat berlangsung selama 20 hingga 60 detik. Gempa susulan sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut

Chairul Rahmat

Leave a Reply