Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata
Tourism is a prime sector that is one of the most important factors in the region development and the community welfare improvement in a country, which has continuous expansion and diversification and become one of the largest growth sectors in the world. Increased tourism destinations make the tourism as a key factor in revenue, job creation, business and infrastructure development so that required more advanced planning. This tourism planning is not intended to damage the…

LATAR BELAKANG

Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara yang telah mengalami ekspansi dan diversifikasi  erkelanjutan serta menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar di dunia (Kementrian Pariwisata, 2015).

Indonesia adalah negara tropis dengan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. Bentuk negara kepalauan dengan keindahan alam, potensi budaya lokal dan diperkaya dengan kekayaan alam berupa keanekaragaman flora dan fauna memberikan nilai tersendiri yang sesungguhnya menawarkan peluang kegiatan pariwisata yang sangat potensial.

Selain itu, posisinya yang terletak antara dua benua dan dua samudera menjadikan Indonesia sebagai jalur perjalanan internasional yang strategis untuk pemasaran pariwisata. Indonesia mulai merencanakan pembangunan
pariwisatanya secara strategis sekitar 40 tahun yang lalu dimana pada tahap awal perkembangannya yaitu pada tahun 1970-an tersendat oleh penyesuaian nilai mata uang, hambatan kebijakan internal dan biaya yang tinggi untuk mengunjungi Indonesia.

Menurut data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan  nternational Labour Organization (2012), pada tahun 1980 Indonesia menerima 562.000 wisatawan mancanegara, pada tahun 2010 naik menjadi 7 juta wisatawan mancanegara, dan pada tahun 2019 ditargetkan adanya kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara. Selain itu, pasar pariwisata domestik juga mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga menuntut peningkatan pengembangan destinasi pariwisata.

Meningkatnya destinasi pariwisata menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur yang menuntut konsekuensi adanya perencanaan yang lebih matang (Rahayuningsih, Tri et al, 2016). Perencanaan pariwisata ini tidak dimaksudkan untuk merusak lingkungan hidup tetapi justru harus direncanakan dan dilaksanakan ke arah tata lingkungan yang
mendukung kepada pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Menurut Poulicos, Hellas, Mathematics, & Division, (n.d.), pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu pendekatan untuk menguji konsep keberlanjutan dalam berbagai sektor ekonomi. Pariwisata adalah salah satu contohnya dimana kegiatan ini sangat tergantung pada sumber daya lingkungan dan sosial budaya masyarakat daerah setempat. Pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diartikan sebagai pembangunan obyek-obyek
wisata dan daya tarik wisata yang hidup dalam masyarakat tetapi selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, 2015).

1 comment so far

KodeQQ Posted on4:11 pm - Maret 14, 2020

Great! your article change my mind. Thanks

Leave a Reply

Rate this review: