Sustainable Tourism Webinar Pariwisata IBIK

Sustainable Tourism Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Pariwisata IBIK. Sabtu 11 Juli 2020 melalui Zoom dan Youtube

Pendahuluan

Sustainable Tourism Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Pariwisata IBIK. Sabtu 11 Juli 2020 melalui Zoom dan Youtube

Webinar Sustainable Tourism dari Prodi Pariwisata IBIK ini di selenggarakan berangkat dari faktor bahwa Industri ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi dan menjadi motor penggerak sosial dan ekonomi dunia (UNWTO)

DAMPAK COVID-19 TERHADAP PEREKONOMIAN DOMESTIK Terhadap Rumah Tangga: Pendapatan hilang akibat PHK atau karena pembatasan pergerakan masyarakat – Mengurangi konsumsi dan kebutuhan yang tidak perlu termasuk barang durable. – Meningkatkan tabungan. – Sebagian tidak bisa bekerja terkena wabah covid-19 – Menghadapi kenaikan harga karena kelancaran distribusi terganggu.
Terhadap Perusahaan/UMKM:
Permintaan barang/jasa untuk ekspor dan domestik mengalami penurunan – Neraca keuangan perusahaan terganggu – Pemutusan hubungan kerja dan ancaman kebangkrutan – Gangguan supply chain bagi perusahaan/UMKM yang melakukan ekspor dan impor
Terhadap Dunia Pariwisata:
Aktivitas pariwisata dan pergerakan manusia di dalam dan antar wilayah turun – Aktivitas perdagangan dan investasi dunia turun – Gangguan supply chain – Harga komoditas internasional turun

Hingga ditemukan vaksin, kebijakan pembatasan tetap perlu dilakukan. Pemerintah perlu mengurangi dampak ekonomi negatif yang terjadi dengan memberikan bantuan stimulus kepada masyarakat dan dunia usaha supaya tidak terjadi keresahan sosial.

Saat ini tengah dilakukan dan perlu terus dilakukan hingga penanganan wabah COVID-19 selesai. Tahap 4 merupakan tahap setelah proses penanganan wabah COVID-19 selesai. Mengingat dampak COVID-19 setara dengan bencana besar atau perang, sehingga dibutuhkan program pemulihan ekonomi skala besar dengan pemerintah sebagai pemain utama. Sebagai analogi, saat ini di negara maju mulai membicarakan program seperti Marshall Plan, yang dilakukan setelah Perang Dunia II.

Follow akun instagram kami @geomore.id untuk mendapatkan info kegiatan webinar lainnya atau DM kami jika ingin berbagi materi webinar. #Semangatberbagi


Rincian Kegiatan

KegiatanSustainable Tourism Webinar
PenyelenggaraProdi S1 Pariwisata IBIK
TopikMeraih Cita Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pengembangan Potensi Sumber Alam dan Petualangan
Waktu Pelaksanaan11 Juli 2020

Materi Webinar

Webinar Lainnya

GWS#05: Sertifikasi Bidang Informasi Geospasial

Poster Kegiatan Webinar GWS

Pendahuluan

Sertifikasi Bidang Informasi Geospasial

GWS#05: Sertifikasi Bidang Informasi Geospasial :
Mampukah Mendongkrak Kualitas SDM dan Kinerja Industri IG?

Sertifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha di bidang penyediaan jasa IG yang berbentuk usaha orang perseorangan, kelompok orang, atau badan usaha untuk mendukung peningkatan mutu produk, pelayanan, dan pengelolaan usaha jasa IG

Sertifikasi dapat dilakukan pada:
• tenaga profesional,
• penyedia jasa,
• instrumentasi, dan
• produk IG
Dengan adanya sertifikasi banyak keuntungan yang didapatkan oleh berbagai stakeholder industri Informasi Geospasial seperti • Memberikan gambaran career path profesi • Memberikan personal branding jabatan/peran kerja professional. • Membantu mitra kerja profesi untuk kontrak Kerjasama. • Membantu dunia kerja dalam rekrutmen berbasis kompetensi. • Membantu mahasiswa dan Pendidikan dalam mengembangkan program merdeka belajar. • Membantu Lembaga pelatihan dalam mengembankan program pelatihan. • Membatu asosasi profesi dalam harmonisasi rekginisi antar negara.

Pada tahun-tahun kedepan diprediksi akan muncul trend keahlian yang sangat dibutuhkan melihat dari gaya hidup, kebutuhan data, ketersediaan teknologi, akurasi data sehingga kamu perlu mengetahui dan mempersiapkan kompetensi pada bidang-bidang tersebut.
Trend masa depan Penginderaan Jauh
1. Metode Fusi terkait citra Inderaja;
2. Metode registrasi dan korelasi untuk citra Inderaja;
3. Metode object recognition dan feature extraction dari citra Inderaja;
4. Metode changes detection dari citra Inderaja;
5. Metode inversi dan teknik untuk parameter cuaca;
6. UAV – Drone
7. Imaging spectrometer & peralatan / sensor;
8. Synthetic Aperture Radar (SAR)
9. Microwave remote sensor

Follow akun instagram kami @geomore.id untuk mendapatkan info kegiatan webinar lainnya atau DM kami jika ingin berbagi materi webinar. #Semangatberbagi


Rincian Kegiatan

Kegiatan Geospatial Webinar Series 2020 (GWS2020)
Seri kelima
Penyelenggara Badan Informasi Geospasial
TopikSertifikasi Bidang Informasi Geospasial
Waktu Pelaksanaan 19 Juni 2020

Materi Webinar

Webinar Lainnya

GWS#02: Kebijakan Satu Peta dan Perpres

Kebijakan Satu Peta dan Perpres Tata Ruang Jabodetabek

Pendahuluan

Kebijakan Satu Peta dan Perpres Tata Ruang Jabodetabek

GWS#02: Kebijakan Satu Peta dan Perpres Tata Ruang Jabodetabek
Geospasial Webinar Series Kedua 2020 ini membahas mengenai Respon Stakeholder Program Satu Peta terhadap Perpres Tata Ruang di Jabodetabek-Punjur.
Kegiatan ini sebagai langkah koordinasi dan sekaligus Public Hearing mengenai Review Rencana Tata Ruang Jabodetabek-Punjur sesuai dengan yang ditetapkan pada Perpres.
Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2011 BIG memiliki TUPOKSI tidak sekedar mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan survei pemetaan untuk menghasilkan peta namun membangun IG yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses. Sehingga dalam rangka merespons perpres Tata Ruang Jabodetabek perlu kiranya Badan Informasi Geospasial dan stakeholder menyusun satu peta dalam menganalisa kondisi ruang dalam merumuskan perencanaan kedepan.

1. Sebagai Regulator Menyusun kebijakan dan membuat perundang-undangan terkait penyelenggaraan pembangunan Infrastruktur IG (IIG)
2. Sebagai Eksekutor Penyelenggara tunggal Informasi Geospasial Dasar (IGD)
3. Sebagai Koordinator Mengkoordinasikan pembangunan IG dalam hal pengintegrasian Informasi Geospasial Tematik (IGT)

DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN IGD : Menjadikan IGD sebagai acuan IGT untuk menjamin keterpaduan informasi nasional
Geospasial Webinar Series yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial
DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN IGT : Mengkoordinasikan penyusunan IGT terintegrasi yang berpedoman pada norma, standar dan pedoman yang ditetapkan oleh BIG
DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN IIG : Membangun sistem pengelolaan dan akses IG, sebagai implementasi kebijakan teknis yg mengacu kepada Perpres No.27/2014

Follow akun instagram kami @geomore.id untuk mendapatkan info kegiatan webinar lainnya atau DM kami jika ingin berbagi materi webinar. #Semangatberbagi


Rincian Kegiatan

Kegiatan Geospatial Webinar Series 2020 (GWS2020)
Seri Kedua
Penyelenggara Badan Informasi Geospasial
TopikKebijakan Satu Peta dan Perpres Tata Ruang Jabodetabek
Waktu Pelaksanaan 5 Juni 2020

Materi Webinar

WEBINAR LAINNYA

GWS#01: Satu Data dan Implementasinya

Geospatial Webinar Series 2020 (GWS2020) Seri pertama akan mengangkat tema tentang Satu Data dan Implementasinya dalam Penanganan COVID-19

Pendahuluan

Geospatial Webinar Series 2020 (GWS2020) Seri pertama akan mengangkat tema tentang Satu Data dan Implementasinya dalam Penanganan COVID-19

GWS#01: Satu Data dan Implementasinya dalam Penanganan COVID-19

Geospasial Webinar Series yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial
Secara garis besar materi yang akan dibahas pada seri pertama ini mengenai pemetaan Skala Besar, Batas Desa, Lahan Baku Sawah, KSP, Tata Ruang, SKKNI, Sertifikasi Profesi, Pemetaan Partisipatif, Covid19 Satu Data, Industri Geospasial, IG pada Era 4.0, BIG Data, Jaring Pengaman Sosial, InaTEWS Kesiapsiagaan Bencana, dan SDG’s

Dari Webinar ini Badan Informasi Geospasial mengarah pada suatu capaian yang segera dapat terealisasi. Pertama Terobosan dan Inovasi dalam Desiminasi Hasil Penelitian, Kajian dan Produk IG . Kedua Adaptasi yang memaksa perubahan dalam skema Sosialisai Produk IG: menjadi Trend LifeSTYLE. Ketiga New Normal: Penyampaian Produk IG semakin efektif dan efisien.

DATA TERKAIT COVID-19 (sebaiknya lengkap per Kabupaten/Kota atau bahkan per Desa/Kelurahan, baik dalam bentuk spasial maupun non-spasial), antara lain:
1. Jumlah tes pengujian dan status update hariannya.
2. Jumlah kasus positif/negatif dan status update harian nya.
3. Jumlah ODP dan PDP, dan status update harian nya.
4. Jumlah kasus kematian dan status update harian nya.
5. Jumlah kasus kesembuhan dan status update harian nya.
6. Lokasi dan Distribusi RS Covid-19 dan Tempat Karantina
7. Jumlah Tempat Tidur tersedia di RS Covid-19.
8. Data Kependudukan yang terkait.
9. Data Sosial-Ekonomi-Bisnis yang terkait.
10. Data Ketenaga-kerjaan dan yang terkait.
11. Data-Data Lainnya.

~ The best decision-makers are always armed with THE BEST INFORMATION AND DATA (George Raveling) ~
~ “INTUITION becomes increasingly valuable in the new information society precisely because there is SO MUCH DATA” (John Naisbitt) ~


Rincian Kegiatan

Kegiatan Geospatial Webinar Series 2020 (GWS2020)
Seri pertama akan mengangkat tema tentang
Penyelenggara Badan Informasi Geospasial
TopikSatu Data dan Implementasinya dalam Penanganan COVID-19
Waktu Pelaksanaan 2 Juni 2020

Materi Webinar

WEBINAR LAINNYA

Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020

Sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri

Latar Belakang

Sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri

Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020 membahas mengenai sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri.

Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien.

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah . Pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggung jawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan, dan asas nilai ekonomi. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan. Pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan/atau penanggulangan pencemaran udara serta pemulihan mutu udara. Sumber pencemar adalah setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.


Rincian Kegiatan

Kegiatan Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020
PenyelenggaraPusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung
TopikSistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri
Waktu Pelaksanaan18-20 Mei 2020

Materi Webinar

WEBINAR LAINNYA

Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020

Sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri

Latar Belakang

Sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri

Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020 membahas mengenai sistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri.

Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien.

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah . Pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggung jawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan, dan asas nilai ekonomi. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan. Pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan/atau penanggulangan pencemaran udara serta pemulihan mutu udara. Sumber pencemar adalah setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.


Rincian Kegiatan

Kegiatan Webinar PSLH ITB 18-20 Mei 2020
PenyelenggaraPusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung
TopikSistem dan teknologi dalam menangani sampah, pengelolaan mikroplastik serta pengelolaan pencemaran udara di sektor industri
Waktu Pelaksanaan18-20 Mei 2020

Materi Webinar

Webinar PSLH ITB 13-15 Mei 2020

Pengelolaan dan pemanfaatan drone dalam pengelolaan SDAL serta teknik menentukan harga air baku di kawasan hutan

Latar Belakang

Pengelolaan dan pemanfaatan drone dalam pengelolaan SDAL serta teknik menentukan harga air baku di kawasan hutan

Webinar PSLH ITB 13-15 Mei 2020 membahas mengenai pengelolaan air tanah, pemanfaatan drone dalam pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) serta teknik yang dilakukan dalam menentukan harga air baku di kawasan hutan.

Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada/di atas/di bawah permukaan tanah. Sumber Daya Air (SDA) meliputi air tanah yang dikelola secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan untuk mewujudkan kemanfaatan air yang berkelanjutan untuk kemakmuran rakyat.

Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologik, tempat semua kejadian hidrogeologik seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung yang memiliki kriteria antara lain mempunyai batas hidrogeologik yang dikontrol oleh kondisi geologis dan/atau kondisi hidraulis air tanah, mempunyai daerah imbuhan dan daerah lepasan air tanah dalam satu sistem pembentukan air tanah dan memiliki satu kesatuan sistem akuifer.

Air baku yang digunakan sebagai air minum rumah tangga berasal dari sumber air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang telah memenuhi baku mutu tertentu sebagai air yang layak minum. Kebutuhan pokok air minum sehari-hari adalah air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang digunakan untuk keperluan minum, masak, mandi, cuci, peturasan, dan ibadah. Pengelolaan Sumber Daya Air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.



Rincian Kegiatan

Kegiatan Webinar PSLH ITB 13-15 Mei 2020
PenyelenggaraPusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung
TopikPengelolaan dan pemanfaatan drone dalam pengelolaan SDAL serta teknik menentukan harga air baku di kawasan hutan
Waktu Pelaksanaan13-15 Mei 2020

Materi Webinar

Webinar PSLH ITB 6-8 Mei 2020

Pengolahan dan Pengelolaan Air Limbah dan B3

Latar Belakang

Pengolahan dan Pengelolaan Air Limbah dan B3

Webinar PSLH ITB 6-8 Mei 2020 membahas tentang pengolahan air limbah, pengelolaan limbah B3 dan pemecahan masalah lingkungan yang tercemar.

Seperti yang telah diketahui, air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, sehingga merupakan modal dasar dan faktor utama pembangunan. Pengelolaan kualitas air merupakan upaya yang dilakukan dalam pemeliharaan air agar tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin kualitas air agar tetap dalam kondisi alamiahnya. Selain itu, perlu dilakukan juga upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Beban pencemaran adalah jumlah suatu unsur pencemar yang terkandung dalam air atau air limbah. Daya tampung beban pencemaran adalah kemampuan air pada suatu sumber air, untuk menerima masukan beban pencemaran tanpa mengakibatkan air tersebut menjadi cemar.

Terdapat banyak zat yang mencemari air dan lingkungan, salah satunya yaitu Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Upaya pengelolaan limbah B3 meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan limbah yang terdapat lingkungan.


Rincian Kegiatan

Kegiatan Webinar PSLH ITB 6-8 Mei 2020
PenyelenggaraPusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung
TopikPengolahan air limbah, pengelolaan limbah B3 dan pemecahan masalah lingkungan yang tercemar
Waktu Pelaksanaan6-8 Mei 2020

Materi Webinar

Dampak Spasial Perkembangan Pabrik Rokok Terhadap Lahan Pertanian Di Kabupaten Kudus

Dampak Spasial Perkembangan Pabrik Rokok Terhadap Lahan Pertanian Di Kabupaten Kudus
Kontribusi sektor industri terhadap pendapatan nasional menggambarkan sejauh mana tinggkat industrialisasi telah dicapai oleh suatu negara. Bagi negara-negara yang sedang berkembang peranan sektor pertanian masih dianggap lebih unggul dan mendominasi seluruh kegiatan sektor ekonomi lainnya. Peranan sektor industri belum mampu mengungguli sektor pertanian yang hampir memberikan sumbangan lebih dari separuh terhadap pendapatan nasional bruto. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui pola sebaran spasial pabrik rokok, proses spasial pabrik rokok dan dampak spasial perkembangan pabrik rokok…

LATAR BELAKANG

Fenomena alih guna lahan pertanian ke lahan industri secara teoritis dapat dijelaskan dalam konteks ekonomika lahan yang menempatkan sumber daya lahan sebagai faktor produksi. Karena karakteristiknya, maka secara alamiah akan terjadi persaingan dalam penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian dan aktivitas industri.

Gejala alih guna lahan dari penggunaan persawahan menjadi non persawahan semakin meningkat, khususnya bagi suatu kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Gejala ini cenderung terjadi di desa-desa di wilayah pinggiran kota dimana lahan persawahan masih tersedia cukup luas (Bachriadi,1997: 2).

Kegiatan pembangunan industri adalah salah satu kegiatan sektor ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kontribusi sektor industri terhadap pendapatan nasional menggambarkan sejauh mana tinggkat industrialisasi telah dicapai oleh suatu negara. Bagi negara-negara yang sedang berkembang peranan sektor pertanian masih dianggap lebih unggul dan mendominasi seluruh kegiatan sektor ekonomi lainnya.

Peranan sektor industri belum mampu mengungguli sektor pertanian yang hampir memberikan sumbangan lebih dari separuh terhadap pendapatan nasional bruto. Karena itu pembangunan sektor industri sering mendapat prioritas utama dalam rencana pembangunan nasional bagi kebanyakan negara berkembang.

Sektor industri dianggap sebagai perintis pembangunan ekonomi karena sektor ini umumnya jauh bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor pertanian (Wie, 1994 dalam Ginting, 2007: 12). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran spasial pabrik rokok, proses spasial pabrik rokok dan dampak spasial perkembangan pabrik rokok terhadap lahan Pertanian di Kabupaten Kudus.

Dalam penelitian ini penulis mencoba mengenali kondisi lahan pertanian yang beralih guna menjadi pabrik rokok dalam menghadapi situasi kritis dengan mengetahui dampak-dampaknya terhadap lahan pertanian. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengurangi dampak-dampak dari pembangunan pabrik rokok terhadap lahan pertanian dengan memperhatikan dampak lingkungan.

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Pariwisata
Tourism is a prime sector that is one of the most important factors in the region development and the community welfare improvement in a country, which has continuous expansion and diversification and become one of the largest growth sectors in the world. Increased tourism destinations make the tourism as a key factor in revenue, job creation, business and infrastructure development so that required more advanced planning. This tourism planning is not intended to damage the…

LATAR BELAKANG

Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara yang telah mengalami ekspansi dan diversifikasi  erkelanjutan serta menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar di dunia (Kementrian Pariwisata, 2015).

Indonesia adalah negara tropis dengan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa. Bentuk negara kepalauan dengan keindahan alam, potensi budaya lokal dan diperkaya dengan kekayaan alam berupa keanekaragaman flora dan fauna memberikan nilai tersendiri yang sesungguhnya menawarkan peluang kegiatan pariwisata yang sangat potensial.

Selain itu, posisinya yang terletak antara dua benua dan dua samudera menjadikan Indonesia sebagai jalur perjalanan internasional yang strategis untuk pemasaran pariwisata. Indonesia mulai merencanakan pembangunan
pariwisatanya secara strategis sekitar 40 tahun yang lalu dimana pada tahap awal perkembangannya yaitu pada tahun 1970-an tersendat oleh penyesuaian nilai mata uang, hambatan kebijakan internal dan biaya yang tinggi untuk mengunjungi Indonesia.

Menurut data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan  nternational Labour Organization (2012), pada tahun 1980 Indonesia menerima 562.000 wisatawan mancanegara, pada tahun 2010 naik menjadi 7 juta wisatawan mancanegara, dan pada tahun 2019 ditargetkan adanya kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara. Selain itu, pasar pariwisata domestik juga mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga menuntut peningkatan pengembangan destinasi pariwisata.

Meningkatnya destinasi pariwisata menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur yang menuntut konsekuensi adanya perencanaan yang lebih matang (Rahayuningsih, Tri et al, 2016). Perencanaan pariwisata ini tidak dimaksudkan untuk merusak lingkungan hidup tetapi justru harus direncanakan dan dilaksanakan ke arah tata lingkungan yang
mendukung kepada pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Menurut Poulicos, Hellas, Mathematics, & Division, (n.d.), pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu pendekatan untuk menguji konsep keberlanjutan dalam berbagai sektor ekonomi. Pariwisata adalah salah satu contohnya dimana kegiatan ini sangat tergantung pada sumber daya lingkungan dan sosial budaya masyarakat daerah setempat. Pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diartikan sebagai pembangunan obyek-obyek
wisata dan daya tarik wisata yang hidup dalam masyarakat tetapi selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, 2015).