Benarkah Awan Topi Tanda Akan Datangnya Bencana? Cek Fakta ini

Benarkah Awan Topi Tanda Akan Datangnya Bencana? Cek Fakta ini

Hai Moregen?! Apa kabar? Apakah kamu termasuk orang yang menganggap awan yang menyerupai topi merupakan tanda akan datangnya bencana ? Beberapa kalangan masyarakat menggangap kemunculan awan ini sebagai tanda adanya bencana karena mengatikan dengan beberapa kejadian yang ada sebelumnya. Baik, yuk kita cari tahu fakta awan topi ini

Siapa pernah naik gunung / Hiking?

Pernah melihat fenomena awan aneh menyerupai piring terbang (ufo) atau awan menyerupai topi caping atau awan menyerupai pusaran angin ini pada saat hiking menuju puncak gunung?

 

Awan menyerupai

Sumber: TIMES Indonesia

 

Atau awan menyerupai pusaran angin

Sumber: ugm.ac.id

 

Awan Lenticullar adalah awan pembawa bencana? Bukan. Ini klarifikasinya!

Pada umumnya proses pembentukan awan sama, hanya ada beberapa tahapan saja yang membedakannya. Moregen masih ingat materi geografi tentang siklus hidrologi? Ada siklus Pendek, Siklus Sedang dan Siklus Panjang. Hayo kira-kira termasuk siklus apa ya? Coba deh ingat-ingat lagi…

Dr. Emiliya Nurjani, M.Si (Sumber: Universitas Gadjah Mada)

 

Berdasarkan Penuturan Dr. Emilya Nurjani, M.Si. Seorang Pakar Iklim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menjelaskan fenomena alam yang terlihat menyerupai UFO maupun pusaran angin di beberapa gunung yang ada di Indonesia; seperti Gunung Arjuno, Merapi, Rinjani, Merbabu, Lawu dan lain-lain merupakan jenis Awan Lenticullaris. Munculnya awan tersebut terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana. Namun demikian, awan ini sangat berbahaya bagi aktivitas dunia penerbangan karena dapat menimbulkan turbulensi. Sama hal nya dengan Awan Cumulonimbus.

 

Dr. Emilya mengatakan awan lenticularis adalah jenis awan yang biasa. Awan ini sering muncul atau terbentuk didaerah pegunungan/gunung/bukit/perbukitan.

 

Bagaimana Terbentuknya Awan Lenticullar?

 Menurut Dr. Emilya, proses terbentuknya awan ini dipengaruhi oleh faktor orografis/elevasi atau yang disebut sebagai ketinggian tempat. Maka dari itu awan ini sering terbentuk di daerah pegunungan/gunung/bukit/perbukitan. Pada umumnya awan terbentuk di sisi pegunungan yang berangin atau sisi hadap lereng (windward), tetapi awan lenticularis terbentuk disisi bawah angin atau sisi belakang lereng (leeward). Dengan begitu saat udara lembab naik ke sisi atas yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.

 

“Di lihat dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering sehingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. Bahkan, terkadang hal ini meluas ke lapisan stratosfer dan terlihat seperti UFO,” paparnya.

 

Menurut Pendapat Dosen Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini menuturkan bentuk gelombang diatas gunung dan bagian bawah terbentuk pusaran air yang berputar-putar. Bagian yang naik dari bentuk pusaran ini cukup dingin untuk menghasilkan awan rotor. Udara pada awan rotor ini sangan bergejolak dan berbahaya bagi pesawat yang terbang melintas disekitarnya. Kondisi berbahaya juga berlaku untuk penerbangan di sisi leeward gunung/bukit karena ada gerakan kebawah yang cukup kuat.

 

Dan biasanya kehadiran awan lenticullar akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang.

“Hujan, tetapi intensitasnya tidak tinggi karena pada dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi windward.”Papar Bu Emil.

 

REFERENSI

 https://www.ugm.ac.id/id/berita/20317-pakar-ugm-sebut-awan-lenticular-bahayakan-penerbangan (Diakses pada 22/07/2021 Pukul 20.19)

2 Comments

zoritoler imol Posted on11:44 pm - Juni 30, 2022

You really make it appear so easy together with your presentation but I to find this matter to be really something which I think I would never understand. It sort of feels too complicated and very wide for me. I’m having a look ahead on your next post, I¦ll try to get the hang of it!

graliontorile Posted on1:08 pm - Mei 16, 2022

Its wonderful as your other posts : D, thankyou for putting up. “The rewards for those who persevere far exceed the pain that must precede the victory.” by Ted W. Engstrom.

Leave a Reply